Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label ekonomi dan industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi dan industri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 April 2010

Menimbang Kebun Emas

Emas adalah barang yang anti-inflasi, yaitu tidak terpengaruh dengan infalasi, sehingga banyak orang (bahkan negara) mengamankan kekayaannya dalam bentuk emas. Oleh karena itu, segala perhitungan kekayaan dikembalikan ke dalam bentuk emas. Bisa jadi uang 10.000.000 tahun ini bisa untuk membeli 1 sepeda motor, 10 tahun lagi mungkin hanya bisa untuk beli sepeda saja. Tetapi, kalo sekarang 30 gram emas bisa untuk beli motor, 10 tahun lagi harganya tidak jauh dari 30 gram emas.

Dulu, saya pernah tertarik dengan kebun emas, yaitu membeli emas dengan harga 1/3 dari harga emas pada saat itu. Buktinya, saya mendaftar seminar yang membahas tentang kebun emas tersebut, meskipun yang berangkat bukan saya. Berdasarkan informasi yang didapat, maka saya mencoba melakukan simulasi sendiri.

Bedanya Orang Goblok dan Orang Pintar versi Mbah Bob Sadino

Kalo orang 'goblok' itu tak pandai menghitung, makanya lebih cepat mulai usaha. Kalau orang pinter, menghitungnya 'njlimet', jadi nggak mulai-mulai usahanya. Nah, kalau orang 'goblok', dia akan mencari orang pintar dan harus lebih pintar darinya, untuk menjalankan usahanya. Lain hal dengan orang 'goblok', jika ketemu gagal, nggak merasa kalau dia gagal, karena dia merasa sedang 'belajar'. Pengusaha tak harus pintar dalam segala hal. Tapi harus pintar mencari orang pintar.

Komentar saya:
Tidak ada salahnya orang goblok yang beruntung mudah mencari pekerjaan, kemudian dengan kegoblokannya cari orang yang pinter untuk membantu berusaha. Dan tidak ada salahnya juga orang pinter yang mudah mencari pekerjaan pada suatu waktu menggoblokkan dirinya untuk membuka usaha. Pandai-pandai saja merubah tingkat kepinteran/kegoblokan. Jangan terbawa emosi, bosan menjadi karyawan misalnya. Apakah tidak boleh menjadi karyawan sekaligus memiliki usaha? Kalo tidak ada yang mau menjadi karyawan, terus mana ada orang yang mulai berusaha. Setidaknya menjadi karyawan bagi dirinya sendiri.

Dunia itu penuh dengan ketidakpastian kepastian. Orang lain bisa sukses dengan cara X, belum tentu kita bisa sukses jika melakukan hal yang sama. Bisa jadi kita sukses dengan cara Y.

Kewajiban manusia hanyalah berusaha yang terbaik, Allah-lah yang menentukan segala sesuatu. Sehingga, jangan lupa bahwa kita ini adalah makhluk ciptaan Allah yang diciptakan sebagai Abdullah (abdi Allah). Besihkanlah harta kita dengan zakat karena sebagian harta kita bukan merupakan hak kita. Allah saja memberi rizki kita dengan cara yang tidak dapat kita duga, mosok menyisihkan 2,5% (tergantung usaha kita) saja tidak mau.

Selamat berusaha dan semoga mendapatkan barokah dari Allah. Amin.